Showing posts with label Dunia Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Dunia Pendidikan. Show all posts

Tuesday, 8 September 2015

Kalau Anda Mengaku Cerdas, Coba Pecahkan Teka-Teki Ini

VIDEO: Kalau Anda Mengaku Cerdas, Coba Pecahkan Teka-Teki Ini

Biasanya, zombie selalu dikaitkan dengan film bernuansa horor yang ditayangkan pada malam hari dan jarang memiliki hubungan erat dengan matematika dan masalah logika. Namun tidak kali ini.
Dikutip dari Mirror (7/9/2015), baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video mengenai sebuah teka-teki yang cukup ’menyulitkan’.
Teka-teki ini merupakan bagian dari TED-ed Originals dan dibagikan oleh Alex Gendler.
TED-ed merupakan sarana pendidikan yang memperkenalkan kata-kata dan ide dari semua pendidik di seluruh dunia yang dikemas dalam sebuah video animasi.

Jika anda merasa tertantang, anda bisa pecahkan teka-teki di video ini, dengan petunjuk sebagai berikut :

#Melakukan sebuah perjalanan di daerah pegunungan yang sangat terpencil mungkin bukan sebuah ide yang baik. #Menarik sebuah tuas dengan simbol tengkorak di atasnya, hanya untuk mengetahui ada apa di balik pintu, juga bukan ide yang bagus.

#Namun sekarang bukan waktunya untuk menyesal, karena anda harus melarikan diri secepat mungkin dari kejaran zombie mutant ini

#Bersama dengan anda, ada seorang pesuruh, seorang asisten laboratorium, dan seorang profesor tua.

#Anda sudah berhasil berlari cukup jauh, namun hanya ada satu jalan untuk selamat: yaitu menyeberangi sebuah jembatan tua yang membentang di sebuah jurang yang cukup besar.

#Anda bisa menyeberang dalam waktu 1 menit, asisten lab 2 menit, pesuruh sedikit lambat dan butuh waktu 5 menit, dan profesor butuh waktu 10 menit, dimana profesor selalu berpegangan di tali di setiap langkahnya.

#Menurut kalkulasi dan perhitungan dari profesor, para zombie tersebut akan menangkap anda dalam waktu 17 menit.

#Jadi anda hanya punya waktu 17 menit untuk membuat semua orang bisa menyeberang dan akhirnya memotong jembatan tersebut. (Agar zombie tak bisa lewat)

#Sayangnya, jembatan tersebut hanya bisa menahan sebanyak 2 orang sekali lewat.

#Dan yang lebih buruknya, keadaan saat itu sangat gelap, sampai-sampai anda kesulitan melihat, dimana lentera tua yang anda bawa hanya mampu menerangi sedikit area (dalam hal ini hanya mampu menerangi 2 orang).

#BISAKAH ANDA TEMUKAN CARA UNTUK MEMBUAT SEMUA ORANG SELAMAT, TEPAT WAKTU ?

#INGAT : Yang boleh lewat dijembatan paling banyak hanya 2 orang, siapapun yang lewat setidaknya harus memegangi lentera atau berdiri di dekat pemegang lentera tersebut, dimana sisanya bisa menunggu dengan aman di kegelapan di setiap sisi jurang.

#Dan yang paling penting, semua orang sudah harus menyeberang dengan aman sebelum para zombie datang.

#Jika tidak, zombie pertama akan menginjak jembatan tersebut, saat orang lain masih berada di atasnya.

#Tak boleh ada trik yang digunakan dalam teka-teki ini.

#Anda tak bisa berayun ke seberang, menggunakan potongan jembatan sebagai kapal, atau ajak zombie tersebut untuk jadi teman.



(sumber)

Alasan Kenapa Wisuda di Indonesia Itu Lebih Ruwet

Setelah bergelut sekian lama dengan skripsi dan cacian para penguji ketika sidang, akhirnya tiba sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Yup, wisuda alias graduation ceremony. Sebagai salah satu titik bersejarah di kehidupan setiap mahasiswa, wisuda identik dengan upacara besar-besaran. Entah itu dengan menyewa gedung yang besar, sewa paduan suara kelas atas dan pemateri sekelas Mario Teguh.
Wisuda memang adalah momen yang sangat ditunggu, namun pada akhirnya hanya menghasilkan banyak sekali keruwetan. Di luar negeri, acara wisuda justru cenderung lebih simpel dan tidak ribet. Bahkan mungkin tak berbayar seperti kebanyakan universitas di sini. Nah, keruwetan apa saja yang terjadi di prosesi wisuda ini? Berikut ulasannya.

1. Pakaian dan Riasan Hukumnya Wajib

Wisuda adalah momen di mana semua wanita full make up dan pakai sanggul, sementara pria memakai jas untuk kedua kalinya setelah sidang. Selalu seperti ini dan hampir ditemui di seluruh acara wisuda di Indonesia. Ya, hal ini tentu saja adalah keruwetan yang menyusahkan. Bagi para wanita, mereka akan berangkat ke salon pagi-pagi buta untuk kemudian didandani. Lalu kemudian akan dipakaikan kebaya lengkap dengan aksesoris yang bikin pusing itu.
Berpakaian simple dan dandan minimalis seperti ini tak kalah cantik, kan? [Image Source]
Berpakaian simple dan dandan minimalis seperti ini tak kalah cantik, kan? [Image Source]
Meskipun pria cenderung lebih simpel, tapi aslinya juga tak kalah bikin repot. Mulai sewa jas sampai make up minimalis biar penampilan maksimal. Alhasil, pengeluaran untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu penting pun makin membengkak. Sewa baju plus aksesoris dan make up, kurang lebih sekitar Rp 500 ribu. Belum lagi kalau kualitasnya yang paling bagus, bisa-bisa sejuta lebih tuh. Bandingkan dengan prosesi wisuda di negara-negara lain, Jepang misalnya. Di negara ini wisuda berlangsung sangat sederhana. Soal pakaian, para wisudawan biasanya memakai baju seadanya tapi sopan. Di China pun sama, mereka kadang memakai celana pendek plus  toga saja ketika wisuda di musim panas.

2. Susunan Acara Super Panjang

Siapa sih yang betah dengan acara yang isinya sambutan semua? Ya, pasti tidak ada yang betah dengan yang semacam ini. Namun ketika sambutan tersebut ada di dalam wisuda, maka mau tak mau harus dilakukan. Alhasil, acaranya yang dimulai pada jam 7 bisa berakhir hingga tengah hari bahkan lebih. Padahal sambutan bukanlah hal yang penting, terutama bagi orang tua pendamping. Percaya atau tidak mereka tidak akan mempedulikan hal tersebut kecuali momen di mana si buah hatinya dipanggil ke atas panggung.
Apalagi mengundang orang terkenal untuk sambutan, pasti acaranya jadi makin panjang [Image Source]
Apalagi mengundang orang terkenal untuk sambutan, pasti acaranya jadi makin panjang [Image Source]
Ya, di luar negeri sebenarnya sama namun jauh lebih ringkas. Mereka akan memadatkan acara seperti ini karena wisuda adalah simbol saja sehingga tak terlalu penting. Namun persamaan antara wisuda di sini dan luar negeri adalah sama-sama menunjuk perwakilan dari mahasiswa untuk memberi sambutan. Kalau ini sih perlu sebagai simbolisme ucapan terima kasih kepada almamater. Sebenarnya inti dari acara ini hanya pengukuhan saja. Jadi, tak perlu satu persatu ketua jurusan untuk memberikan sambutan yang durasi masing-masingnya satu jam. Orasi ilmiah kadang juga membuat acara wisuda jadi makin melar waktunya. Memang penting sih bagi wisudawan, tapi bagian ini akan membuat orangtua mahasiswa kelabakan ingin segera keluar ruangan.

3. Satu Orang Wisuda, Semobil yang Mengantarkan

Sebuah kampus tak hanya diisi oleh mahasiswa sekitar saja, tapi juga banyak dari luar daerah kampusnya. Hal ini menyebabkan kultur daerah pun berbeda, hal ini bisa dilihat ketika momen wisuda datang. Sebagian besar orang Indonesia menganggap wisuda adalah momen sakral jadi sebisa mungkin banyak anggota keluarga yang harus hadir sebagai saksi. Alhasil setiap wisuda selalu dihiasi dengan pemandangan membludaknya para pengantar. Padahal yang bisa masuk gedung hanya 2 orang saja biasanya. Hal ini pun membuat acara wisuda makin panjang durasinya.
Kebiasaan seperti ini takkan pernah berubah sampai kapan pun [Image Source]
Kebiasaan seperti ini takkan pernah berubah sampai kapan pun [Image Source]
Belum lagi kelakuan para pengantar ini yang kebanyakan susah untuk diberi tahu. Entah berfoto di pintu masuk gedung atau anak-anak kecilnya yang melakukan kejahilan-kejahilan. Seperti merusak dekorasi dan sebagainya, bikin para petugas makin kewalahan.

4. Bayar Mahal

Mungkin karena saking senangnya resmi menyandang predikat sarjana, hingga tidak sadar betapa biaya wisuda ini sangat mahal. Tak masalah untuk mereka yang mampu, tapi jadi hal berat bagi mahasiswa yang ingin ikut merasakan momen kebahagiaan ini namun tidak memiliki banyak uang. Akhirnya orangtua sampai berhutang demi mengikuti acara yang sebenarnya cuma begitu-begitu saja.
Kadang menangis ketika wisuda belum tentu karena terharu [Image Source]
Kadang menangis ketika wisuda belum tentu karena terharu [Image Source]
Mahal sesuai dengan apa yang didapatkan sih tak masalah, tapi biasanya hal yang berlaku justru sebaliknya. Mulai dari kostum wisuda yang dibikin dari kain grosir hingga kue seadanya yang bisa dibeli dengan Rp 20 ribuan saja. Wajar saja jika setelah dihitung total biaya wisuda bahkan lebih mahal dari skripsi. Satu hal yang bikin miris lagi adalah penggunaan uang wisuda yang tak sesuai dengan anggaran. Untuk mengetahui hal itu coba lihat seragam panitia. Ya, pakaian mereka seringkali lebih mentereng dari pada wisudawannya sendiri. Kadang juga uang sisa wisuda tersebut akan digunakan untuk rekreasi atau juga makan-makan. Tidak semua seperti ini sih, cuma kebanyakan ya seperti itu.

5. Selalu Saja Ada yang Terlambat

Budaya terlambat ternyata memang sangat kental dengan orang-orang Indonesia. Tidak hanya lewat aktivitas keseharian saja, bahkan di acara-acara penting seperti wisuda hal tersebut juga kerap kali ditemui. Memang banyak sekali sih alasan yang bisa diberikan atas keterlambatan ini. Mulai dari antri salon, macet di jalan sampai keluarga jauh yang belum datang. Hal ini menyebabkan kesakralan wisuda berkurang.
Akan selalu ada orang-orang yang terlambat ketika wisuda [Image Source]
Akan selalu ada orang-orang yang terlambat ketika wisuda [Image Source]
Bahkan kadang acara juga bisa sampai molor dan akhirnya merugikan orang lain. Belum lagi kalau atribut wisuda sampai ketinggalan, buyar deh momen foto-foto yang sudah dibayangkan nantinya. Tidak masalah sih terlambat asal wisudanya sendiri tidak ribet, seperti tidak pakai aturan dress code yang ketat, sambutan-sambutan disesuaikan, serta berkonsentrasi hanya pada pengukuhan. Orang-orang yang terlambat ini pasti bisa lebih menyesuaikan diri dengan cepat. Inilah potret wisuda yang ada di Indonesia, jangan ngaku sarjana jika tidak merasakan kelima hal di atas. Sama sekali tidak masalah sih untuk merayakan momen kelulusan dengan gegap gempita seperti ini. Namun sebagai orang yang punya pendidikan tinggi, sudah harusnya paham akan arti efisiensi terutama biaya dan waktu. Pada akhirnya wisuda hanyalah simbol. Justru yang lebih menegangkan itu adalah setelah prosesi kelulusan ini.


(sumber)

Monday, 7 September 2015

Siswi Ini Pintar Tapi Nilai Ujian 7 Pelajaran Nol Semua, Keluarga Protes

Siswi Ini Pintar Tapi Nilai Ujian 7 Pelajaran Nol Semua, Keluarga Protes

Seorang siswi berprestasi di Mesir menjadi perbincangan publik dan menuai banyak dukungan setelah secara mengejutkan mendapat nilai nol di semua mata pelajaran sehingga dinyatakan tidak lulus.
Padahal, Mariam Malak memperoleh nilai yang hampir sempurna pada tahun-tahun sebelumnya sehingga dia termasuk sebagai salah satu siswa yang berprestasi di Mesir.

Ketika hasil ujian akhir diumumkan, dia dengan bersemangat melihat daftar teratas, tetapi dia terkejut saat namanya tidak ada. Saat itu dia masih merasa yakin dia mengerjakan ujian cukup baik untuk masuk ke sekolah kedokteran, sampai dia melihat hasilnya dan jatuh pingsan.

"Saya sangat terkejut," katanya kepada BBC Trending. "Saya tidak bisa mendengar, saya tidak bisa bicara. Saya berpikir mengapa ini bisa terjadi? Kenapa saya bisa mendapat nol?"
Malak mendapat nilai nol bukan hanya di satu mata pelajaran, tetapi pada seluruh ujian. Hasil ini sangat mengejutkan hingga dia dan keluarganya mencurigai adanya kecurangan. Mereka mencurigai bahwa Malak adalah korban dari praktik korupsi.

"Pihak sekolah atau pemeriksa ujian menukar kertas Malak dengan siswa lain yang jelas punya hasil buruk," tuduh saudara lak-laki Malak, Mina. Kisah tentang suap dan korupsi sering terdengar di sistem pendidikan Mesir, tetapi kasus Mariam Malak menuai banyak perhatian publik, khususnya di dunia maya. Banyak orang mendukungnya dengan tagar "saya percaya Mariam Malak" dan sebuah laman Facebook --yang dibuat untuk mendukungnya-- telah menarik 30.000 tanda suka.

"Mereka tidak hanya mencuri nilainya, mereka juga mencuri masa depan dan impiannya," kata seorang pengguna Twitter. Lainnya menulis, "bayangkan mendapat nilai nol dalam tujuh mata pelajaran! Itu bencana!"

Kementerian Pendidikan di Mesir menyelidiki hal tersebut melalui analisa tulisan tangan namun menyatakan kertas ujian dengan nilai nol itu adalah benar milik Malak. Dia dan para pendukungnya menolak kesimpulan itu, bahkan dia sempat melakukan tes tulisan tangan secara langsung di televisi dan hasilnya tulisan tangan itu berbeda dengan kertas ujian.

Seorang siswa berprestasi lain kemudian muncul untuk berkisah pengalaman yang sama. Malak dan keluarganya masih berharap bahwa nilai ujiannya akan ditinjau ulang. Mereka telah bertemu dengan perdana menteri yang berjanji akan melihat kasus itu.

(sumber)

Penampakan Ospek dan MOS Paling Memalukan dan MIRIS dari Indonesia

Kritik terhadap pelaksanaan Ospek dan Masa Orientasi Siswa (MOS) makin keras. Kegiatan yang ditujukan bagi para anak baru itu dinilai kurang bermanfaat dan hanya menjadi ajang balas dendam para senior.


Seringkali hukuman atau perbuatan para senior kelewat batas. Para siswa baru benar-benar diperlakukan seperti binatang dan orang tak normal.

Berikut beberapa foto Ospek dan MOS paling parah dan memalukan.

1. Didandani seperti Alien


Hampir setiap peserta Ospek dan MOS didandani seperti makhluk dari antah berantah. Kata para senior, tujuannya membuat mereka percaya diri dan tahan banting. Benarkah?


2. Disuruh ci*man ses*ma j*nis


Entah apa maksud para senior memaksa junior mereka melakukan hal memalukan seperti ini?


3. Beradegan m*sum



4. Disuruh gigit sandal jepit
















5. Peluk pohon dan perilaku tak sen*n*h


Sampai-sampai dibuat meme:


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTIQXUmRYEBmrJw-bhngUOtdu2-sipuuO8jySIpoiK66OWaFxi3sQCIg4SddWjZPMOfoAER7k0go4JtASamoM1FfXmQc9VR7fEOacdJgudi4EUfmzfRrHfy70TINo3-hgKu-EOAyEfPTc/s1600/1860687_20130712021303.jpg



[ian]

Sunday, 6 September 2015

Inilah Asal Usul Tanda Baca Titik Koma

Inilah Asal Usul Tanda Baca Titik Koma

Koma, titik dua, titik koma, tanda tanya, begitu biasa seakan-akan sudah ada sejak dulu -ternyata tidak.
Sebagai pembaca dan penulis, kita mengenal secara intim titik, koma, garis miring, dan berbagai tanda baca dalam bahasa tulisan.

Koma, titik dua, titik koma, dan saudara-saudaranya merupakan bagian tak terpisahkan dari penulisan, menunjukkan struktur gramatik, dan membantu kita mengubah tulisan menjadi bahasa lisan atau gambar.
Kita akan tersesat tanpa tanda-tanda baca itu (atau setidaknya, akan luar biasa bingung), namun nyatanya para penulis dan pembaca purba bisa mengatasi hal itu selama beribu tahun.
Apa yang mengubah benak mereka?

Di abad ke-3 sebelum Masehi, Iskandariah, kota di Mesir yang dibangun orang Yunani kuno, seorang pustakawan bernama Aristophanes sudah merasa saatnya berbuat.
Ia adalah kepala staf perpustakaan kota yang sangat terkenal, yang memiliki koleksi ratusan ribu gulungan tulisan, yang sangat makan waktu untuk dibaca.

Terlebih karena diketahui bahwa kaum Yunani kuno menulis naskah-naskah mereka dengan huruf-huruf yang dideret tanpa tanda baca atau spasi dan tanpa pembedaan huruf kecil atau huruf besar.
Dari huruf-huruf yang sesak berjejeran itu, terserah pada pembaca untuk menemukan sendiri di mana sedia kata atau kalimat berakhir dan kalimat berikutnya bermula.

Toh ketiadaan tanda baca dan spasi antar kata tampaknya tak menjadi masalah.
Di negara-negara demokrasi awal seperti Yunani kuno dan Romawi kuno, tempat para pejabat yang dipilih rakyat berdebat untuk mempromosikan pandangan mereka, pidato yang fasih dan persuasif dianggap lebih penting ketimbang bahasa tulisan.

Dan orang harus membentang gulungan naskah sebelum membacakannya di hadapan massa.


Tak banyak orang yang bisa langsung mengerti suatu naskah dengan satu kali baca: tatkala diminta membaca dengan lantang sebuah dokumen yang tak pernah ia kenal sebelumnya, seorang penulis abad ke 2 bernama Aulus Gellius memprotes dan beralasan bahwa ia bisa saja keliru dalam memaknai dan memberi penekanan pada kata-kata dokumen itu.

(Ketika seorang pejalan kaki menawarkan diri untuk melakukannya, Gellius akhirnya membacanya juga)
Menghubungkan titik-titik. Terobosan Aristophanes adalah untuk menyarankan bahwa pembaca bisa memberi catatan pada dokumen mereka, menghentikan aliran teks yang tak berkesudahan dengan titik-titik di bagian tengah (·), bawah (.) atau atas (·) dari setiap baris.

Bermacam titik terhubung dengan jeda pada kalimat yang pendek, menengah, dan makin panjang, dan pembaca bisa menyisipkan penanda dari apa yang disebut koma, titik dua, dan titik.
Ini bukan tanda baca seperti yang kita kenal - Aristophanes memperlakukan tanda bacanya lebih untuk menunjukkan jeda sederhana dan bukan penanda tata bahasa - tapi benih awal telah ditanam.
Sayangnya, tidak semuanya teryakinkan akan nilai penting penemuan baru ini.

Ketika Roma mengambil alih orang Yunani sebagai penguasa kekaisaran kuno, mereka meninggalkan sistem 'titik-titik Aristophanes tanpa pikir panjang. Cicero, misalnya, salah satu pembicara paling terkenal di Roma, mengatakan kepada hadirin pidatonya, bahwa akhir kalimat "seharusnya ditentukan bukan oleh jeda pembicara yang mengambil napas, atau tanda yang ditentukan oleh juru tulis naskah, tetapi oleh penakanan irama."

Orang-rang Yunani sendiri, pada abad ke dua Masehi juga meninggalkan tanda baca titik-titik itu.
Mitos tentang bicara di depan umum adalah disuarakan dengan lantang, dan semua naskah dibacakan keras-keras: kebanyakan pakar menganggap bahwa orang-orang Yunani dan Romawi kuno mengatasi ketiadaan tanda baca dengan bergumam dnegan keras saat mereka membaca naskah apapun.
Tulis menulis beranjak dewasa

Munculnya jenis kepercayaan yang berbeda mendorong hidupnya lagi titik-titik Aristophanes dan bahkan berkembang ke arah tanda baca. Seiring runtuhnya Kekaisaran Romawi di abad 4 dan 5, orang-orang pagan Roma mendapati diri mereka terlibat dalam peperangan sia-sia melawan agama baru yang disebut Kristen.
Berbeda dengan masyarakat pagan selama ini selalu meneruskan tradisi dan budaya mereka dari mulut ke mulut, orang-orang Kristen lebih suka menuliskan mazmur dan Injil mereka untuk menyebarkan firman Allah dengan lebih baik.

Buku menjadi bagian integral dari identitas Kristen, menciptakan huruf berhias dan tanda pemisah paragraf (Γ, ¢, 7, ¶ dan lain-lain), dan banyak tulisan yang meriah dengan ilustrasi lukisan yang rumit dan daun emas.

Seiring penyebarannya di Eropa, agama Kristen mendaya-gunakan penulisan, dan menghidupkan tanda baca. Di abad ke enam, para penulis Kristen mulai memberi tanda baca pada karya-karya mereka sendiri jauh sebelum pembaca membacanya, untuk melindungi makna aslinya.

Kemudian, pada abad ke-7, Isidore of Seville (awalnya seorang uskup agung dan kemudian dibeatifikasi menjadi seorang suci, meskipun sayangnya bukan untuk apa yang diperbuatnya untuk tanda baca) menjelaskan versi terbaru dari sistem Aristophanes -ia menata ulang sistem titik-titik berdasarkan ketinggian letaknya untuk menunjukkan jeda baca yang singkat (.), menengah (·) dan panjang (·).


Lebih dari itu, untuk pertama kalinya secara eksplisit Isidore menghubungkan langsung tanda baca dengan makna. Tanda subdistinctio atau titik rendah (.) yang sudah dikristenkan itu tidak lagi cuma menandai jeda sederhana tapi agak merupakan tanda dari koma berdasar ketentuan gramatika; sedangkan titik tinggi, ordistinctio finalis (·), menandai akhir kalimat.

Spasi di antara kata-kata muncul segera setelah ini, sebagai penemuan biarawan Irlandia dan Skotlandia yang bosan dan capek dengan keharusan memisah-misahkan kata-kata Latin yang asing.

Dan menjelang akhir abad ke-8, di negara Jerman yang baru lahir, raja terkenal, Charlemagne alias Karl (Charles) Yang Agung memerintahkan seorang biarawan bernama Alcuin untuk merancang alfabet terpadu dari huruf-huruf yang, kemudian kita kenal sekarang sebagai huruf kecil.
Tulis menulis sudah beranjak dewasa, dan tanda baca adalah bagian tak terpisahkan dari itu.
Memotong-motong tanda

Sesudah titik-titik kecil Aristophanes menjadi hal biasa, penulis mulai memperluas cakupannya.
Ada yang meminjam tanda dari notasi musik, terinspirasi oleh nyanyian zaman Gregoria untuk membuat tanda baru seperti punctus versus (dering abad pertengahan untuk titik koma digunakan untuk akhiri kalimat) dan elevatus punctus (tanda dalam posisi terbalik ';' yang berkembang menjadi titik koma modern) yang berimplikasi pada perubahan nada serta makna gramatikal.

Tanda baru lainnya, leluhur dari tanda tanya disebut punctusinterrogativus, digunakan untuk menekankan pertanyaan sekaligus menandai naiknya nada (Tanda seru baru muncul kemudian, di abad ke-15.)
Tetapi di sisi lain, ini mengakibatkan tiga titik Aristophanes yang pertama kali melahirkan tanda baca, jadi tersingkir.

Simbol-simbol yang lebih spesifik terus diciptakan. Perbedaan antara titik rendah, sedang dan tinggi jadi tidak jelas, dan akhirnya yang tersisa adalah titik sederhana yang bisa ditempatkan di mana saja pada suatu kalimat untuk menunjukkan jeda - campuran adonan dari koma, titik koma dan titik.

Si titik yang rendah hati itu makin mendapat tekanan lagi ketika abad ke-12 penulis Italia bernama Boncompagno da Signa mengusulkan sistem tanda baca yang sama sekali baru yang terdiri dari hanya dua tanda: garis miring (/) berarti jeda, sedangkan tanda datar (-) menghentikan kalimat.
Tapi nasib lambang-lambang bikinan da Signa ternyata suram - apakah menjadi atau tidak menjadi nenek moyang tanda garis datar seperti yang mengurung kalimat ini - tetapi garis miring atau virgula suspensiva, adalah sebuah sukses besar.

Tanda garis miring itu kompak dan tampak beda, dan segera menyingkirkan sistem Aristophanes terakhir yang memiliki fungsi umum koma atau jeda. Inilah yang kemudian menjadi bentuk tanda baca pada puncak Renaisans: perpaduan antara titik Yunani kuno; titik dua, tanda tanya, dan tanda lainnya yang berasal dari simbol abad pertengahan; dan sejumlah pendatang baru seperti garis miring dan garis datar.


(sumber)

Saturday, 5 September 2015

Penjelasan Logis di Balik Mitos yang Aneh Bin Ajaib

Di Indonesia, kamu pasti sudah pernah dengar tentang berbagai macam mitos dan takhayul. Mulai dari jangan duduk di depan pintu, jangan motong kuku malam hari, dan masih banyak lagi. Kalau sekarang kita mencoba mengingatnya lagi, memang sih mitos-mitos tersebut terkesan aneh dan nggak masuk akal.
Kalau dipikir-pikir, sebenarnya mitos-mitos yang dikatakan oleh orang tua kita ini adalah untuk kebaikan kita sendiri kok. Sebenarnya, ada penjelasan logis juga sih di balik semua takhayul itu. Berikut ini beberapa diantaranya.

1. Jangan berdiri di bawah pohon waktu malam hari, nanti dibius setan

Ada mitos yang bilang bahwa kalau kamu berdiri di bawah pohon waktu malam hari, bisa-bisa kamu nanti dibius setan. Mungkin setannya bawa kloroform seperti yang di film-film action itu. Oke, di luar itu, kamu tentu sudah pernah dengar mitos seperti ini bukan?
Jangan berdiri di bawah pohon malem-malem. Serem tau! [Image Source]
Jangan berdiri di bawah pohon malem-malem. Serem tau! [Image Source]
Waktu malam hari, tumbuhan menghisap oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Nah, ketika manusia berada di bawahnya waktu malam hari, bisa saja pernapasan manusia terganggu gara-gara terlalu banyak menghirup karbondioksida yang dikeluarkan pohon sehingga jatuh pingsan. Selain itu, berdiri di bawah pohon malam-malam itu serem tau! Nanti kamu dikira setan, lho.

2. Jangan duduk di depan pintu, nanti nggak dapet jodoh

Mitos yang satu ini pasti sudah sering banget denger, kan? Katanya, kalau kamu duduk di depan pintu, jodoh akan sulit didapat. Apa coba hubungannya antara duduk di depan pintu dengan jodoh?
Kalau duduk di depan pintu nanti sulit jodoh, lho. [Image Source]
Kalau duduk di depan pintu nanti sulit jodoh, lho. [Image Source]
Ada beberapa alasan kenapa orang tua kita melarang duduk di depan pintu. Alasan logis yang pertama adalah nanti kalau ada yang mau lewat kan jadi susah. Alasan berikutnya, kamu kayak satpam. Jadi, masih mau duduk di depan pintu?

3. Jangan membuka payung di dalam rumah

Pernah dengar mitos yang satu ini? Paling tidak orang tua atau kakek nenek kamu tentu sudah pernah memberitahumu soal mitos ini, bukan? Jangan membuka payung di dalam rumah kalau nggak mau tertimpa sial.
Ngapain juga membuka payung di dalam rumah? [Image Source]
Ngapain juga membuka payung di dalam rumah? [Image Source]
Nah, kalau dipikir-pikir, mitos yang ini juga sama-sama unik bin ajaib. Padahal, orang tua kita dulu melarang membuka payung di dalam rumah karena ini bisa mengganggu orang lain. Kalau rumahnya sempit, nanti payungmu nggak sengaja nyenggol barang-barang kemudian jatuh dan pecah. Atau kalau nggak gitu, nanti ada anggota keluargamu yang kecolok matanya pakai payung.

4. Kalau nyapu harus bersih, kalau tidak nanti jodohnya brewok

Anak perempuan pasti sering mendengar mitos ini. Katanya, kalau nyapu tidak bersih nanti jodohnya brewok. Ini sih sebenernya trik saja dari orang tua biar anak cewek-cewek rajin bersih-bersih dan teliti dalam membersihkan rumah.
Kalau brewoknya seperti ini sih nggak masalah kayaknya.
Kalau brewoknya seperti ini sih nggak masalah kayaknya
Tapi kalau di zaman sekarang, trik ini seperti sepertinya nggak mempan deh. Anak perempuan zaman sekaran tinggal jawab, “ah, toko cukur masih banyak kok,” atau kalimat yang lain bisa, “kalau brewoknya seperti, Beckham nggak masalah kok.” Wah, perlu trik lain, nih.

5. Bangun yang pagi, kalau nggak nanti rejekinya dipatok ayam

Kita patut memberi jempol dua atau bahkan empat untuk usaha orang tua kita agar kita mau bangun pagi-pagi. Salah satu caranya adalah dengan mengatakan bahwa kalau nggak bangun pagi-pagi, nanti rejekinya dipatok ayam.
Awas rejeki dipatok ayam! [Image Source]
Awas rejeki dipatok ayam! [Image Source]
Kalau mitos yang ini sebenarnya lebih mirip sebagai perumpamaan. Zaman dulu kebanyakan orang bekerja dengan cara berjualan, bertani, atau berkebun. Jadi, kalau tidak mau bangun pagi-pagi, nanti akan keduluan orang lain. Misalnya ada yang membuka toko lebih dulu dari kamu, kalau ada yang mau beli barang otomatis akan ke toko tersebut, bukan ke tokomu.

6. Jangan duduk di atas bantal, nanti bisulan

Ada lagi nasihat yang cukup cerdik dari para orang tua, yaitu dengan melarang kita duduk di atas bantal karena nanti bisa bisulan. Nah, ini juga trik yang berkaitan dengan menjaga kesopanan kita.
Duduk di atas bantal bikin bisulan [Image Source]
Duduk di atas bantal bikin bisulan [Image Source]
Lagi pula, bantal kan digunakan di kepala untuk tidur. Masak sih kamu mau memakai bantal yang bekas digunakan pantat orang? Kan tidak sopan itu namanya? Nah, mitos-mitos tersebut mungkin memang terkesan tidak masuk akal. Tapi, sebenarnya hal tersebut adalah cara untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi lebih baik. Menurutmu, mitos apa lagi yang terdengar aneh bin ajaib?


(sumber)

Thursday, 3 September 2015

Pendapat Albert Einstein Tentang Tuhan dan Agama Terungkap!

einstein

Siapa yang tidak tahu Albert Einstein? Salah seorang ilmuwan terbesar yang pernah ada di abad ke 20. Einstein menyumbang banyak bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Bahkan pada tahun 1921 Einstein dianugerahi Nobel untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”.

Kehebatan Einstein di dunia sains memang benar benar tidak dapat diragukan lagi, tapi bagaimana ya pendapatnya mengenai Agama dan Tuhan?

“Sains tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa sains adalah buta.”


Kata kata ini selama ini sangat terkenal dan menjadi perdebatan tiada akhir bagi kaum beriman dan tidak beriman, yang saling mengklaim kalau ilmuwan ini ada di pihak mereka.

albert einstein
Tapi sepertinya sekarang, perdebatan ini bisa usah, karena sebuah surat yang ditulis langsung oleh Einstein dan tidak pernah terpublikasi, menguak mengenai keimanan ilmuwan yang sangat terkenal ini. Baginya kepercayaan agama adalah tahyul anak anak

“Kata tuhan bagiku tidak berarti apa-apa selain ekpresi dan produk dari kelemahan manusia, dan Alkitab sebagai sekumpulan tulisan berharga, namun tetap saja primitif dan kekanak-kanakan. Tidak ada interpretasi secanggih apa pun dapat mengubah ini.”

“Bagiku agama Yahudi seperti halnya agama yang lain adalah perwujudan dari tahyul yang kekanak-kanakan. Dan orang Yahudi dengan bangga kuakui sebagai bagian dariku beserta dengan mentalitasnya yang kuakui dekat denganku tidak membedakanku dari orang-orang lain. Sejauh pengalamanku, mereka tidak lebih baik dari bangsa-bangga lain, meskipun mereka terlindungi dari kanker terburuk karena mereka tidak berkuasa. Selain itu aku tidak bisa melihat apa yang “terpilih” dari mereka.”

albert einstein


Banyak ilmuwan terkemuka dunia yang mengaku kaget melihat isi surat ini, salah satunya adalah John Brooke dari Universitas Oxford. Ia mengaku baru kali ini mendengar hal seperti ini. Baginya Einstein adalah ilmuwan terkenal, namun pandangannya mengenai agama kali ini benar benar membuat sebuah tanda tanya besar.

Orang tua Einstein bukanlah penganut agama yang taat, namun ia sekolah di sekolah dasar Katolik dan pada saat yang sama diajar secara privat tentang agama Yahudi. Hingga pada usia 12 tahun, Einstein mulai mempertanyakan keabsahan cerita yang ada di alkitab.

Walaupun sudah sangat jelas kalau Einstein menolak agama konvensional, banyak ilmuwan yang beranggapan kalau semua ini masih misterius, dan “Misteri abadi dari dunia ini adalah kesukarannya untuk dipahami.”


(sumber)

6 Alasan Kenapa Anak TK Selalu Sukses Bikin Kita Iri


Seandainya bisa memiliki kemampuan memutar waktu, ingin rasanya kembali ke masa-masa kecil. Masa di mana semua hal sangat menyenangkan dan berarti, bahkan untuk sesuatu seremeh diambilkan mangga oleh ayah di pohon depan rumah. Sayangnya, kita harus tumbuh dan melewati waktu hingga akhirnya datang ajal lalu berganti dengan generasi yang baru.
Masa kecil memang seru, tapi yang bisa dianggap paling berkesan adalah ketika kita ada di Taman Kanak-Kanak. Ada banyak alasan kenapa masa ini paling dikenang dan membahagiakan. Mulai dari mendapat teman baru, belajar di kelas untuk pertama kali, hingga bergulat dengan mainan-mainan edukatif yang seperti takkan bikin bosan itu.
Memang kesannya kekanak-kanakan sih, tapi kehidupan anak-anak TK ini memang bikin siapa pun iri, lebih-lebih para orang dewasa. Nah, berikut adalah beberapa hal yang bikin kita iri berat dengan mereka.

1. Belajar Banyak Hal Dengan Cara yang Menyenangkan

TK adalah sekolah formal pertama anak. Biar betah, tempat ini didesain dengan konstruksi unik serta tata letak dekorasi yang menimbulkan kesenangan. Belum lagi tiap ruangan punya ornamen khusus dan juga cat-cat yang beraneka ragam. Alhasil, anak-anak selalu betah di sini.
Kalau boleh nginap, mungkin dulu lebih milih di sini dari pada di rumah. Saking asyiknya tempatnya [Image Source]
Kalau boleh nginap, mungkin dulu lebih milih di sini dari pada di rumah. Saking asyiknya tempatnya [Image Source]
Sistem pengajarannya juga sangat menyenangkan. Meskipun tujuannya belajar tapi dikemas dengan cara bermain. Entah itu menghitung atau menulis. Belum lagi ibu guru selalu ramah dan tidak pernah marah saat mengajar. Menjadikan sekolah TK adalah surga. Namanya juga sekolah pertama, tentu saja bagi anak-anak TK setiap hal yang baru adalah kejutan. Termasuk bagaimana ketika mereka diajari untuk membuat prakarya berupa origami dan kerajinan yang lainnya. Benar-benar belajar yang menyenangkan. Kenapa TK tidak 4-5 tahun saja ya? Pasti asyik tuh.

2. Ke Sekolah Bawa Koleksi Mainan dari Rumah

TK adalah masa di mana kita mendapatkan teman-teman baru selain tetangga rumah. Nah, selayaknya teman sepermainan di rumah, cara asyik untuk mendekatkan diri dengan mereka adalah lewat mainan-mainan koleksi. Dulu, saat pagi sebelum waktu belajar, kita biasanya sering bermain dengan mainan masing-masing bersama teman yang lain.
Mainan anak laki-laki yang takkan lupa untuk dibawa ke sekolah [Image Source]
Mainan anak laki-laki yang takkan lupa untuk dibawa ke sekolah [Image Source]
Anak laki-laki biasanya akan membawa robot atau mobil-mobilan barunya. Sedangkan yang perempuan akan membawa koleksi make up mereka, tapi tentu saja yang versi mini dan bohong-bohongan saja. Kadang mereka juga membawa boneka dan kemudian main rumah-rumahan. Saking asyiknya bermain, kadang kita susah untuk dibujuk agar mau belajar. Terpaksa ibu guru memainkan trik jitu dan akhirnya kita pun mulai memasukkan satu persatu mainan ke tas bergambar Spider Man atau Power Ranger kebanggaan. Ah, masa yang sangat bikin iri!

3. Bermain Ayunan Sampai Seluncuran Tanpa Kenal Lelah

Usai belajar kurang lebih dua hingga tiga jam, maka saat yang ditunggu pun datang. Yup, istirahat sekolah. Anak-anak pun berhamburan pergi ke mainan-mainan yang ada di samping kelas. Dulu hanya sedikit sekali mainan yang ada. Terhitung hanya ayunan, jungkat-jungkit, seluncuran dan komedi putar. Itu pun kita harus gantian.
Ayunan, salah satu tempat legendaris anak-anak TK [Image Source]
Ayunan, salah satu tempat legendaris anak-anak TK [Image Source]
Selain waktu paling enak untuk bersosialisasi, ini juga masa di mana kita mendapatkan konflik pertama dalam hidup. Misalnya saja ada teman yang enggan gantian padahal sudah mengantri dari tadi, atau juga bisa pula dengan insiden jatuh yang disebabkan oleh teman. Lucunya, ketika kita menangis kesakitan saat itu, kata maaf pun gampang sekali meluncur setelah dibujuk ibu guru. Istirahat juga berarti waktunya untuk bersilaturahmi dengan ibu kantin alias membeli kue-kue yang dijual. Ada cukup banyak jajanan favorit kita ketika istirahat sekolah dulu. Mulai dari coklat Superman, mie Krip-Krip, snack Anak Mas, kue Ratu Bali dan sebagainya. Tapi, ibu selalu pesan jangan jajan banyak-banyak dan sembarangan. Alasannya, kita sudah dibawakan sesuatu dari rumah. Yup, bekal makan siang.

4. Kejutan di Kotak Makan Siang Buatan Ibu

Setelah lelah bermain, kita pun berbondong-bondong masuk kembali ke kelas dan menghadap meja masing-masing. Nah, inilah saat yang juga tidak kalah bikin iri. Yup, membuka kotak bekal makan siang. Kotak makan siang sering jadi kejutan yang tak terduga. Begitu kreatifnya ibu, ia menyiapkan berbagai makanan yang unik-unik dan berbeda tiap harinya.
Kira-kira harus bangun jam berapa ibu untuk bisa membuat yang seperti ini? [Image Source]
Kira-kira harus bangun jam berapa ibu untuk bisa membuat yang seperti ini? [Image Source]
Entah nasi plus nugget atau sosis, bisa juga mie dengan irisan daging, atau bahkan kue brownis yang nikmatnya tidak karuan itu. Paling seru juga adalah saat di mana kita saling icip bekal tetangga alias teman sekelas. Asyik banget, hampir semua teman sekelas punya bekal yang berbeda satu sama lain. Kalau pun temanya sama, pastilah susunannya berbeda. Saat makan siang juga jadi momen yang paling menyenangkan. Walaupun juga kerap diwarnai dengan aksi sombong ketika bekal makan siang kita lebih enak. Ya, namanya juga anak-anak.

5. Pulang Sekolah Dibelikan Mainan Atau Jajan

Pulang sekolah adalah saat yang paling diingat pula. Apalagi jika rumah kita dekat dengan sekolah dan cukup dengan jalan kaki sudah bisa pulang. Nah, paling seru adalah ketika ada bapak-bapak berjualan mainan di depan sekolah. Pasti siapa pun akan tergoda dengan susunan rapi mobil-mobilan atau boneka itu. Kita biasanya selalu meminta mainan-mainan ini, namun uniknya ibu selalu bisa memberikan argumentasi yang akhirnya membuat kita urung meminta.
Abang-abang ini selalu setia menggoda kita saat pulang sekolah [Image Source]
Abang-abang ini selalu setia menggoda kita saat pulang sekolah [Image Source]
Selain mainan, ada pula deretan penjaja makanan. Meskipun sudah jajan di kantin dan juga makan siang, perut kita selalu memanggil ketika melihat yang enak-enak ini. Nah, kalau ini ibu biasanya suka bermurah hati. Entah beli es atau sekedar bakso cukup membuat hari kita makin lengkap saat ini. Momen pulang sekolah yang paling diingat juga adalah ketika kita menggandeng tangan ibu dan berjalan bersama. Ibu akan selalu bertanya-tanya bagaimana di sekolah dan kita selalu menjawab dengan antusias. Belum lagi ketika kita menemukan yang seru-seru di jalan dan naluri ingin tahu kita meresponnya dengan baik. Ibu pun dengan halusnya menjawab belasan pertanyaan kita yang super unik itu.

6. Selalu Pulang Siang dan Tak Ada PR

Pulang sekolah apa yang kita lakukan? Tidak ada. Selain menunggu satu persatu teman untuk memanggil kita dan bermain bersama. Yup, enaknya lagi sekolah TK adalah tidak ada PR atau tugas. Jika pun ada pasti sudah dikerjakan di sekolah bersama teman-teman. Tidak seperti kita yang pulang masih ada tanggungan, mereka bebas dari hal itu semua.
Kenapa harus ada PR kalau semuanya sudah selesai di sekolah? [Image Source]
Kenapa harus ada PR kalau semuanya sudah selesai di sekolah? [Image Source]
Belum lagi anak TK selalu pulang siang. Paling tidak mereka sudah ada di rumah jam 11 atau 12. Jarang sekali taman kanak-kanak yang memberlakukan jam sekolah yang panjang. Jam pulang ini masih bisa lebih pagi lagi ketika ibu guru harus rapat ke luar atau ada tamu penting yang berkunjung. Praktis, kehidupan sekolah di TK adalah saat yang paling menyenangkan dalam hidup. Enaknya bisa kembali ke masa-masa itu. Mungkin kita sekarang tak perlu direpotkan dengan berbagai pekerjaan yang selalu mengganggu pikiran bahkan ketika tidur. Meskipun begitu, anak TK memandang orang dewasa justru sebaliknya. Mereka menganggap hidup kita sangat menyenangkan. Tidak dilarang ini itu dan bebas mau mengambil keputusan apa pun. Jujur saja, jika kehidupan bisa ditukar mungkin kamu dengan senang hati melakukannya.

(sumber)

Coba Sambungkan 9 Titik Ini Menggunakan Hanya 4 Garis Lurus Tanpa Angkat Pen


Diatas terdapat 9 titik yang harus anda sambungkan dengan hanya menggunakan empat garis lurus, berdasarkan ujian yang dilakukan sebelum ini ternyata hanya 20% daripada mereka yang berjaya.

Peraturannya mudah, dalam masa 30 saat, ada hanya perlu menyambungkan 9 titik ini dengan empat garis lurus tanpa mengangkat pen.

Berikut adalah jawapan yang selalu dijawab oleh kebanyakkan mereka yang mencuba.


Kalau seperti gambar diatas anda akan tertinggal dua titik dan jika seperti gambar dibawah anda akan tertinggal 1 titik. Jadi bagaimana penyelesaian anda untuk membuktikan anda genius?


Jika anda sudah selesai menjawab atau putus asa selepas 30 saat boleh lihat jawapan di dalam video dibawah.



(sumber)

Wednesday, 2 September 2015

Murid Berpakaian Lusuh dan Kotor Ini Jadi Perbincangan

Murid Berpakaian Lusuh dan Kotor Ini Jadi Perbincangan

Seorang bocah di Malaysia didapati pergi ke sekolah dalam keadaan lusuh tak terawat mendapat perhatian pengguna media sosial di negara tersebut. Bocah sebut saja namanya Budi (8) pergi ke sekolah dalam kondisi tak terusur, seragam sekolahnya kotor seperti tak pernah dicuci dan saat ditanya seorang gurunya ia menjawab ibunya malas mencuci.

"Saya heran dengan seorang murid saya yang datang ke sekolah dengan baju kotor dan tubuhnya seperti tidak terawat saat ditanya ia menjawab ibunya pemalas dan tak peduli dengan dia," ungkap guru bernama Najihah Rahman.

Bu guru Najihah mencob untuk tidak langsung menghakimi sang ibu, ia hanya berpikir positif bahwa ibu dari muridnya itu sedang sakit.

"Saat aku tanya apakah ibunya sakit, ia menjawab ibunya sehat-sehat saja, saya akhirnya berikan saran padanya agar datang ke sekolah dengan pakaian bersih dan rapi, dan menyuruhnya agar meminta ibunya untuk mencucikan pakaiannya," tambah Najihah.

Keesokan harinya setelah diberikan nasih, bocah tersebut datang ke sekolah dengan pakaian sedikit rapi dan bajunya bersih tak lagi kudel seperti beberapa hari terakhir.
"Saya senang melihat dia datang ke sekolah lebih rapi dan saat dia menatap saya dia tersenyum dan saya beri senyum padanya, sangat senang melihat anak-anak didik saya rapi saat ke sekolah,"pungkas Najihah.

Sementara itu, pengguna sosial media yang membaca cerita dan pengalaman ibu guru Najihah memberikan apresiasi kepada sang ibu guru yang peduli dengan keadaan anak didiknya.
"Nah ini baru guru yang baik, peduli dengan kondisi murid, aptutu dicontoh," ungkap seorang netizen bernama Zahir.

Beberapa netizen juga ada yang menyoroti sikap ibu bocah tersebut yang membiarkan anaknya pergi ke sekolah dengan keadaan tak terurus.
"Ibunya kemana itu, dikasih makan gak ya anak itu," ungkap netizen lainnya.



(sumber)

Guru SMA Terekam Kamera Tampar dan Telanjangi Siswa

Guru SMA Terekam Kamera Tampar dan Telanjangi Siswa

Isoonpiyathorn Juthatham, guru senior di sekolah SMA Soeng Sang, memukul kepala siswa dan memaksa melepas celananya depan murid lainnya.

Perbuatan wakil kepala sekolah di Nakhon Ratchasima, Thailand, itu terekam kamera seluler siswa dan videonya beredar luas di media sosial.

Pihak sekolah kemudian mempelajari isi rekaman itu dan terbukti Juthatham melakukan tindakan tak pantas itu.

Dia kemudian diskors sebelum dipindahkan sekolah lainnya. Tetapi dia dilaporkan sempat menolak dimutasi di sekolah daerah terpencil. Setelah mempertimbangkan banyak hal, dia akhirnya mau menerima keputusan itu.

Siswa itu dilaporkan dianiaya Juthatham karena memprotes kebijakan sekolah menarik 200 baht atau Rp 78 ribuan untuk mendanai layanan SMS mobile.

(sumber)