Meski sama-sama berupa sinetron, Si Doel Anak Sekolahan memiliki beberapa kualitas yang jauh lebih tinggi dibanding sinetron manapun yang diproduksi di tahun 2000-an hingga sekarang. Berikut Boombastis akan membahas, mengapa Si Doel Anak Sekolahan layak tonton dibandingkan sinetron lainnya.
1. Ceritanya Sangat Realistis
Cerita dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) sangatlah realistis dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Kita tentu sering melihat sebuah keluarga berjuang mati-matian untuk menyekolahkan anaknya hingga bergelar sarjana. Dan setelah meraih gelar sarjana, si anak tersebut masih harus berjuang dan bersaing mencari kerja.Cerita yang Realistis [ImageSource]
2. Karakter yang Dibangun dengan Sangat Matang
Di SDAS, karakter tidak hanya dibagi jahat dan baik. Malah, kebanyakan karakternya berada di daerah “abu-abu”. Karakter Dul, misalnya. Meski sangat berpendidikan dan sopan pada orang tua, namun dia sangat keras kepala. Karakter Babe, meski mendukung penuh cita-cita anaknya, namun terkadang punya cara bicara yang menyakitkan hati. Penggambaran karakternya sangat sesuai dengan kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata, seseorang tidak mungkin 100% jahat atau 100% baik, karena masing-masing manusia punya sifat baik dan buruk.Karakter yang Matang [ImageSource]
3. Memperkenalkan Budaya Indonesia
Tidak hanya kaya dengan karakter yang berbeda-beda, SDAS juga kaya dengan pengenalan seni dan budaya Indonesia. Keluarga Doel sangat kental dengan tradisi Betawi seperti tanjidor dan lain-lain. Sementara Basuki, seorang pendatang dari Jawa sangat terkenal dengan kepolosannya.Memperkenalkan Budaya Indonesia [ImageSource]
4. Penuh Pesan Moral
Pesan moral dari sebuah karya seni bukanlah semata-mata mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pesan moral dapat dilihat dari bagaimana seorang karakter menyikapi jika ada kejadian buruk terjadi dalam hidupnya. Pelajaran-pelajaran seperti itulah yang membuat sebuah karya seni menjadi bermakna.Penuh Pesan Moral [ImageSource]
5. Tidak Melulu Soal Cinta dan Persaingan
Sinetron sekarang rata-rata berkutat dengan permasalahan asmara. Tokoh A jatuh cinta kepada tokoh B, tapi tokoh B ternyata berasal dari kalangan keluarga tertentu. Dan begitu seterusnya. Kalau bukan soal asmara, biasanya sinetron sekarang bercerita soal persaingan satu geng dengan geng lain.Tidak Melulu Soal Cinta dan Persaingan [ImageSource]
Semoga untuk ke depannya ada pembuat sinetron yang benar-benar memikirkan kualitas karyanya. Tidak hanya menjual tampang ke-indo-indo-an para seleb muda. Dan tidak hanya mengumbar kisah cinta.
(sumber)
No comments:
Post a Comment